Menjadi Sahabat Al-Qur’an

Menghafal Al-Quran itu ibarat kau mendaki gunung, bukan sembarang gunung. Atau Bahkan pegunungan. Mendakinya perlu perbekalan, kuat jasmani dan ruhani. Maka teruslah belajar mencintai al-Quran dan ilmunya bersama org yg mencintainya. Kelak kau akan temukan beberapa gunung dan bukit pos kecil untuk menuju puncaknya, itulah batas Juz-juz yang telah terlewati. Dan setiap bukit dan pos yg telah kau lewati, kau akan melihat keindahannya, kenikmatan istemewa didalamnya. Kau bisa merasakan indah sentuhan hati dan kehidupan.

Dibalik itu, kau pun akan menemukan jalan menanjak, jurang, jalan buntu, hewan buas dan godaan lainnya. Tak jarang kau akan menangis, sakit dan memilih istirahat bahkan berbalik arah. Itulah ia ibaratnya, dijalan perjuangan menjadi penghapal Quran, jurangnya harus kau lewati dengan kehati-hatian. Jalan menanjak harus kau tempuh dengan yakin dan teman. Hewan buas harus kau hadapi dengan penuh kekuatan dan ketegasan. Dan jalan buntu.. Yakinlah! Tidak ada jalan buntu didunia ini, karena Dia telah ciptakan jalan lain untuk kau cari. Asal kita mau mencari dan bergerak. Jika kau ingin rehat, tidaklah salah tetapi kau harus bersama teman yg sama tujuannya denganmu, menuju puncak. Karena ia yg akan mengingatkanmu akan indahnya puncak dan nikmatnya pendakian dan nikmatnya meniti, mengenal Quran. Mengenal diri-Nya. Mencinta-Nya.

Teruslah berjalan.. Berjalan menjadi sahabat Al-Quran. Teruslah mendaki hingga kepuncaknya dan jangan berhenti atau berbalik. Karena sekali kau berbalik kau sulit akan memulai mendaki kembali.Kerap acap kali kau dihantui seram dan sulitnya terjal perjalanan. Mendakilah setiap napasmu.Jangan kau hiraukan lelah dan tangismu. Karena dunia ini memang dicipta dan penuh lelah juga tangisan. Namun lelahmu itu hanya sementara.

Karena jika kau sudah sampai di puncak, ketahuilah. Bahwa langitNya tinggi dan indah luas. Dan kelak kita akan berkenalan dengan makhluk langit dan bumi juga penciptanya.

Selamat mendaki di setiap nafas!